Tuesday, March 19, 2013

Keangkuhan....


MasyaAllah.. burung pun bersujud..Subhanallah!

Manusia, kerapkali dihinggapi rasa angkuh dalam dadanya. Merasa berada di atas langit, pada hal kaki masih menyentuh bumi. Pada hal lemah, itu sifat asal manusia. Manusia tidak akan mampu hidup jika bersendirian. Betapapun hebatnya manusia, dia tetap saja memerlukan huluran tangan orang lain. Allah tahu, manusia memiliki potensi angkuh di hatinya. Maka, Dia suruh manusia untuk sujud, setidak-tidaknya 34 kali dalam sehari.

Dalam sejarahnya, iblis merupakan makhluk yang menolak perintah Allah untuk sujud. Iblis merasa bahwa dia lebih baik daripada Adam. Menurut iblis, tanah lebih hina daripada api. Tanah memang merupakan tempat berpijak. Tanah diinjak dengan kaki-kaki kita. Namun begitu tanah tak meleleh bila dibakar api. Sedangkan api, mati jika ditimbus dengan tanah. Iblis angkuh, oleh sebab iitulah dia diusir daripada syurga.

Terdapat banyak makna dalam gerakan sujud. Logik menyatakan, sujud merendahkan manusia. Itu memang benar. Harga diri kita merasa rendah ketika sujud. Dalam solat, sujud memberi makna yang mendalam. Kita merendah pada Yang Maha Berkuasa. Pada saat itulah, kita merasa berada dekat dengan-Nya. Bahagia menghinakan diri di hadapan Yang Maha Mulia. Tak lupa memanjatkan doa. Memohon kemaslahatan hidup di dunia dan di akhirat.

Keangkuhan banyak menyelimuti diri manusia. Akalnya yang cerdas, menyebabkan manusia seringkali memandang orang lain sebelah mata. Silau dengan gelaran akademik yang demikian panjang. Terlena dengan berada di puncak pendidikan tinggi. Hanyut dalam kekuasaan yang begitu besar dan kekayaan yang melimpah. Orang lain pun diremehkan. Selalu memandang pendapatnya sahaja yang paling benar. Menganggap dirinya yang paling kuat. Pada hal manusia dilingkupi kelemahan, kesalahan, dan lupa. Tanpa disedarinya, dia telah menolak kebenaran. Terjebaklah dia dalam keangkuhan.

Tenaga manusia terbatas, demikian juga akalnya. Mengapa manusia harus angkuh. Manusia sangatlah kecil. Tenaga manusia pun tak seberapa. Manusia perlu berhenti sejenak di saat kepenatan. Aktiviti begitu padat. Sejak pagi hingga petang, manusia disibukkan dengan pekerjaan. Stamina tercurah sehingga manusia memerlukan istirihat. Manusia perlu tidur. Saat terbangun, manusia kembali angkuh. Pada hal dirinya terbatas.

Menghayati Kekuatan Alam

Banyak makhluk Allah yang begitu mengagumkan di dunia ini. Gunung-gunung yang besar dan tinggi menjulang, sungguh sangatlah mengagumkan. Membuat hati berasa kagum. Ingin rasanya berdiri di atas puncaknya. Terangsang dengan adrenalin, merasai cabaran yang telah tersedia. Mengembara dengan hawa dingin dan jalan yang curam. Kepenatan justeru memberikan kepuasan. Ketegangan pun hilang, di saat kita berdiri gagah di puncak tertinggi. Bahagia kerana dapat menaklukkan ketinggian. Berteriak dengan suara nyaring, takjub suara bersahut-sahutan. Sambil menikmati pemandangan yang luar biasa. Gunung adalah makhluk Allah yang gagah. Besar, kukuh, dan tinggi menembus awan. Tidak angkuh, sentiasa bertasbih kepada-Nya. Gunung-gunung itu tunduk pada perintah Allah. Kini menjadi pasak agar bumi stabil. Namun pada hari akhirat, gunung-ganang hancur dan berterbangan seperti kapas.



Pantai begitu indah di saat cerah. Di sana berhembus angin sepoi-sepoi. Daun-daun pun dengan eloknya melambai-lambai. Langit biru begitu luas menghiasi. Hamparan pasir putih sejauh mata memandang. Garis pantai memisahkan laut dan daratan. Di bibir pantai itu, berdeburan ombak-ombak. Terus bergulungan siang dan malam. Tak pernah berhenti, walaupun sedetik. Pantai dibuatnya tak berdaya. Tiap deburannya menyeret pasir-pasir ke lautan. Ombak terlalu perkasa. Hakisan tak dapat dihindari. Hentamannya begitu kuat memangsa daratan. Sepanjang waktu selalu begitu. Terlalu kuat, tak dapat dihentikan. Ombak pun makhluk Allah. Tidak angkuh, selalu bertasbih kepada-Nya.



Laut mendominasi permukaan bumi. Jutaan species ikan tersedia di dalamnya. Menjadi sumber penghidupan para nelayan. Perahu-perahu bebas berlayar dipermukaannya. Pemandangannya indah, memanjakan mata. Ada kalanya laut yang tenang berubah menjadi ganas. Pada saat itulah, laut berubah menjadi makhluk yang menakutkan. Kapal-kapal, tak peduli betapapun besarnya, siap untuk ditelannya. Tenggelam, bersemayam di dasar laut. Arus bawahnya pun bisa meremukkan kapal selam. Laut, makhluk Allah. Tidaklah angkuh. Laut berubah menjadi ganas kerana mengikuti kehendak Allah. Laut selalu patuh kepada-Nya.



Waktu kecil, kita senang sekali dapat menaikkan layang-layang. Angin selalu diharapkan kedatangannya agar memudahkan layang-layang terbang tinggi. Kincir-kincir pun berputar. Memanfaatkan tenaga angin untuk menghasilkan letrik. Angin memberi keuntungan yang begitu banyak. Kecepatan angin boleh berubah dahsyat menjadikan taufan. Pusarannya memporak-porandakan keadaan di sekitarnya. Manusia pun tak sanggup menghentikannya. Manusia hanya boleh berharap angin segera pulih, kembali normal seperti biasa. Angin kadang-kadang mengorbankan jiwa. Tanpa peduli siapapun dia. Angin adalah makhluk Allah. Tidak angkuh, berubah kekuatannya karena kehendak-Nya.

Gunung, ombak, laut, dan angin semuanya adalah makhluk Allah. Mereka semuanya bertasbih kepada Allah. Berubah menjadi dahsyat kerana menurut kehendak-Nya. Manusia pun makhluk Allah. Namun kadang-kadang ada sedikit noktah keangkuhan dalam jiwanya. Tidak mau tunduk pada perintah Allah. Derhaka terhadap Al-Quran dan sunnah nabi-Nya. Manusia angkuh telah mengubah hukum Allah dengan hukum buatannya sendiri. Angkuh menganggap hukum Allah tidak sesuai dengan konteks realitasi semasa. Manusia angkuh menganggap dirinya lebih tahu daripada Allah. Membuang syari’at Allah kerana dianggap hukum dan syari’at Allah itu kejam. Manusia merasa lebih tahu atas maslahat bagi dirinya. Lagi-lagi manusia terjebak dalam keangkuhan.

Berlepas daripada Keangkuhan

Keangkuhan telah banyak menjerumuskan manusia pada kehancuran. Allah mengubur Qarun dan hartanya ke dalam bumi karena Qarun angkuh. Merasa dirinya luar biasa, lupa akan kurnia dan rahmat Allah. Begitu juga dengan Fir’aun. Fir’aun ditenggelamkan oleh Allah kerana menganggap dirinya Tuhan yang paling tinggi. Kekuasaan yang luas, dan kekuatan yang besar telah membuat Fir’aun terpedaya. Allah murka, maka Fir’aun ditenggelamkan ke dalam lautan.

Romawi merupakan empayar yang hampir menguasai majoriti bumi. Bangsa yang ditakuti. Tenteranya gagah berani. Namun kesombongan telah menghinggapi. Hancurlah Romawi hingga  tak tersisa lagi. Pada masa awal terjadinya Perang Dunia II, bangsa Jerman sangatlah ditakuti. Di bawah kekuasaan Hitler, Jerman berusaha bangkit daripada kemusnahan. Membalas kekalahan pada masa Perang Dunia I. Jerman dengan secepat kilat hampir menguasai Eropah. Pranchis, Ceko, Austria, dan Poland dibuat tak berdaya. Kehebatan Jerman bahkan membuat Stalin ketakutan. Moscow hampir ditaklukkan. Namun Hitler angkuh. Idealisme ultranasionalis mengakar kuat didada Hitler. Dia merasa ras Arya sebagai ras yang paling mulia. Menganggap Jerman adalah bangsa terbaik. Di akhir masa Perang Dunia II, Jerman dipukul mundur oleh United Soviet dan Sekutu. Jerman kalah telak. Hitler yang sempat berkuasa, kini terjepit. Terjepit dengan dua kekuatan besar, United Soviet dan Sekutu. Hitler tak sanggup menahan malu. Dia pun mati bunuh diri. Hitler angkuh. Jerman akhirnya dibelah menjadi dua, Jerman Barat dan Jerman Timur.

Demikian besar dampak keangkuhan, tidak sekadar membinasakan individu, bahkan melenyapkan sebuah peradaban. Allah murka pada orang-orang yang angkuh. Keangkuhan menghilangkan penghambaan yang sejati. Penghambaan hanya sempurna jika hati kita dihinggapi perasaan rendah diri. Merasa rendah di hadapan Ilahi. Kesedaran akan lemahnya diri memang sangat penting. Dengan begitu, kesempatan untuk dihinggapi keangkuhan tidak akan terjadi.

Akal kita terbatas, ilmu kita pun sedikit. Kita tidak mungkin menguasai semua ilmu yang ada di dunia ini. Seorang raja pun demikian. Kekuasaan dan kekuatannya terbatas. Manusia harus menyedari bahawa dirinya terbatas. Oleh kerana itu, manusia tak pantas untuk angkuh. 

Wallahu a’lam


#belajarislam.com
dengan sedikit edit ke dalam Bahasa Melayu

No comments:

Anda Juga Mungkin Meminati

Related Posts with Thumbnails

Labels

'ittiba' Rasul (1) 75% Rawatan adalah daripada Al-Quran Al-Karim (1) abu zar (1) Adakah Suami Menanggung Dosa Isteri (1) Ajarkan Aku Ya Allah (1) akhir zaman (1) Al-A'la (1) Al-Hambra (1) Al-Haqqah (1) Al-Quran (13) Alam Akhirat (2) alam barzakh (3) alam ruh (1) Amanah (1) Anak Soleh (1) Anjing dan himar (1) arak (1) As-Syahid Syeikh Ahmad Yassin (1) Asmaul husna (2) award (3) Ayat 'Izzi (1) Ayat Kursi (1) Baca dengan nama Tuhanmu (2) Bahaya Syirik (1) Barakah (1) Bencana (1) berhadapan dengan Firaun (1) Berita Luar Negara (1) Bersederhana dalam membenci (1) bersin (1) Beza Yahudi Israel n Zionis (1) Biawak Beriman (1) Bicara Agama (3) Buat amalan baik (1) Bukti Kekuasaan Allah (1) Buku (1) Bulan Terbelah Dua (1) Buta di akhirat (1) Cara Lupus Ayat-ayat al-Quran (2) ceramah (1) Cinta Rasul (1) Cukai Sendi (1) doa (7) Doa Nabi Yunus (1) Doa Rasulullah SAW (1) Dosa (1) Dunia (1) Empat Perkara (1) Empat Waktu Dalam Hidup (1) Fenomena 30 Minit Ustaz Don (11) Fenomena Law Kana Bainana (1) Fiqh keutamaan (1) Fudhail bin Iyyad (1) Gempa Bumi (1) Hadis (8) Haji (3) halaqah (2) Hanzalah Abu Amir (1) harun yahya (2) hasad dengki (1) Hati (13) Hauqalah (1) Hidayah (2) Hijrah (2) Hikam 2 (1) Hisab (1) Hormon (1) Hukum Meletakkan Gambar Bernyawa Di Rumah (1) hukum wanita haidh ziarah kubur (1) Husnul Khatimah (2) Ibnu Ummi Maktum (1) Ibrahim bin Adham (1) Iktikaf (1) iluvislam (2) Imam Mahadi (1) Imam Muda (1) Iman Asas Puasa (1) Info (6) Islam tetap bersinar (2) israk mikraj (2) istidraj (1) Istighfar (1) Jadilah Pembantu Allah (1) jadual harian (1) Jaga Aqidah (1) Jin (1) Kaedah Memilih Sahabat (1) Kalimah tauhid (1) Kanan VS KIri (1) Kata-kata Hikmah (1) Ke mana nak pergi? (1) Kebesaran Ilahi (3) Kecerdasan rohani (1) keistimewaan Jumaat (1) Kejadian Manusia (1) Kelebihan 10 Zulhijjah (1) Kerajaan Semut (1) kesihatan (1) Khazanah Nabi (1) Khusyuk Solat (2) Khutbah (3) Kisah 3 pemuda dalam gua (1) Kisah Amirul Mukminin dan Gabenor (1) Kisah dan Pengajaran (24) kisah keluarga Imran (1) Kisah Maryam as (1) kisah nabi (10) Kisah Nabi Musa as (2) kisah para sahabat Nabi (7) Kiyai Haji Ahmad Dahlan (1) lailatul Qadar (3) Laman Tarbawi (1) Lazat iman (1) Lebah dan lalat (1) Lelaki dan Wanita Ahli Neraka (1) luar negara (1) Maal Hijrah (1) malaikat (1) Malam Nisfu Sya'ban (1) Marah (2) Masjid Nabi (1) mati (3) Maulid Nabi (9) Membaca (1) Meninggalkan Solat (1) Muhasabah Diri (1) Muraqabah (1) Musibah Banjir (1) Muslim yang baik. akhlak (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Isa (1) Nabi Musa belah Laut Merah (1) Nabi Musa dengan Iblis (1) Nama (1) Nasihat Imam Syafi'ie (1) Nikmat Sihat dan Waktu Lapang (1) Nota Untuk Diri (1) Orang-Orang Yang Berilmu (1) Padang Mahsyar (1) Panduan (19) Perang Badar (1) Perayaan Deevapali (1) Perbezaan iblis jin dan syaitan (1) perhiasan (1) peringatan (3) Pertunangan (1) Qadar dan Qadha (1) qalbun salim (29) Qasar n jamak (1) Rahsia Solat (6) Ramadhan (13) Redha (1) Reflections di TV AlHijrah (1) renungan (52) Sabar (5) Sakinah (1) Saksi (1) Sejarah (1) sifat bakhil dan kikir (3) Sillaturrahim (1) Sillaturrahim. Akhlak bertandang dan bertamu (2) Solat Awal Waktu (1) sombong (2) Surah an-Nasr (1) Surah An-Nisaa' (1) Surah Ar-Rahman (1) Surah Hud (1) syaitan (2) syukur (1) Syukurlah kerana manusia dimuliakan (1) tadabbur (2) Tadayyun (1) Tafsir Al-'Alaq 96:1 (1) Tafsir Faatir 35:10 (1) Tafsir Surah as-Saff (1) Takut (1) Tanda Kiamat (1) Tanyalah Ustaz (2) tawakkal (2) tayammum (1) tazkirah (9) teknologi alam (1) telur jadi ayam (1) Tha'labah (1) Thabat (1) Tidur Qailulah (1) Tsumamah (1) Tsunami Jepun (1) tujuan beribadah (1) Ubun-ubun orang yang berdusta (1) Ulul albab (2) Umar Abdul Aziz (1) Umar Ibnul Khattab (1) Umur dan Harta (1) Us (1) usrah U-jem (2) Ustaz Azhar Idrus (1) Ustaz Sayang Anda (1) Wajah Dunia (1) Wali-wali Allah (1) wanita (1) Wanita penggoda (1) wasitoh (1) William Suhaib Webb (1) Ya'juj dan Ma'juj (1) Yang tidak layak jadi pemimpin (1) YouTube (32) zikir (6)